You are hereBiblio / Sifat Fisikokimiawi Telur, Kandungan Trigliserida Dan Kolesterol Serum Darah Ayam Petelur Yang Mendapat Probiotik Dalam Ransum

Sifat Fisikokimiawi Telur, Kandungan Trigliserida Dan Kolesterol Serum Darah Ayam Petelur Yang Mendapat Probiotik Dalam Ransum


By admin - Posted on 24 Februari 2012

JudulSifat Fisikokimiawi Telur, Kandungan Trigliserida Dan Kolesterol Serum Darah Ayam Petelur Yang Mendapat Probiotik Dalam Ransum
Publication TypeThesis
Year of Publication2008
AuthorsWirondas WR
AdvisorMufti M, Iriyanti N
Academic DepartmentMagister Ilmu Peternakan
DegreeS2
Date Published03/2008
UniversityUniversitas Jenderal Soedirman
CityPurwokerto
Thesis TypeProduksi Ternak
KeywordsAyam Petelur, kolesterol, Ransum Probiotik, Sifat Fisikokimiawi telur, trigliserida
Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai macam probiotik terhadap Sifat Fisikokimiawi Telur Serta Kandungan Trigliserida dan Kolesterol Serum Darah Ayam Petelur dan mengetahui jenis probiotik yang paling efektif untuk memperbaiki Sifat Fisikokimiawi Telur Serta Kandungan Trigliserida dan Kolesterol Serum Darah Ayam Petelur yang Mendapat Probiotik Dalam Ransum. Penelitian dilakukan pada kandang ayam Petelur Experimental farm fakultas Peternakan Unsoed di Jln. Karangwangkal Purwokerto. Penelitian dimulai tanggal 10 Juni 2007 sampai dengan 17 Agustus 2007.

Penelitian menggunakan dua puluh lima ekor ayam petelur, berumur 17 minggu, perlakuan menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan yaitu Perlakuan kontrol (P0) tanpa probiotik, Perlakuan I (P1), diberi Probiotik Nutrisimba Perlakuan II (P2) diberi Probiotik MEP+, Perlakuan III (P3) diberi probiotik Aviprob, Perlakuan IV (P4) diberi probiotik Lactobacillus sp dan Bacillus sp masing-masing perlakuan diulang lima kali. Data dianalisis dengan sidik ragam, uji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan untuk mengetahui perbadaan antar perlakuan .

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot telur berkisar antara 41,00 sampai 53,00g ; bobot kuning telur 9,50 sampai 13,00g kekuatan kerabang 0,06 sampai 0,29mpa Haugh Unit 99,43 sampai 109,20HU, indek telur 73,08 sampai 98,21% produksi telur 0,93 sampai 7,94%, kolesterol kuning telur 17,11 sampai 19,80mg/g, trigliserida serum darah 100,50 sampai 1869,30mg/dl, kolesterol serum darah 58,40 sampai 127,60mg/dl,

Analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian probiotik dalam ransum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kolesterol kuning telur dan produksi telur, tetapi perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap sifat fisik telur, trigliserida serum darah dan kolesterol serum darah ayam petelur.

Kesimpulan hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian probiotik mempengaruhi produksi telur tetapi tidak mempengaruhi (bobot telur, bobot kuning telur, kekuatan kerabang, haugh unit, indek telur, trigliserida serum darah dan kolesterol serum darah ayam petelur). Pemberian MEP+ tidak mampu meningkatkan produksi telur, tetapi probiotik lainnya (Nutrisimba, Aviprob, Lactobacillus sp dan bacillus sp) mampu meningkatkan produksi telur. Semua probiotik yang digunakan (Nutrisimba, MEP+, Aviprob, Lactobacillus sp dan bacillus sp) mampu menurunkan kolesterol kuning telur.